Orang Tua yang Konservatif

Sejujurnya saya sendiri entah gak tau secara pasti apa arti dari konservatif. Yang pasti saya sendiri heran dengan pemikiran orang tua, khususnya orang tua saya sendiri.

Sebagai anak pertama dan masih bujangan, saya menanggung sebuah tanggung jawab yang tidak pernah dimiliki oleh mereka yang tidak menjadi anak sulung, lain lagi kalo karena keterpaksaan. Tanggung jawab sebagai seorang anak sulung adalah untuk memberikan contoh yang baik bagi adik-adik saya. Selain itu saya juga berfikir kalau anak pertama itu harus sukses agar bisa dicontoh oleh adik-adiknya. Bayangkan saja gimana rasanya kalau Anda jadi anak pertama dalam keluarga dan tidak sukses dalam hidup Anda. Disinilah tekanan yang sedang saya alami. Meskipun sekarang saya masih single dan satu rumah dengan orang tua.

Tapi, sejujurnya aku tidak suka serumah dengan orang tua, saya lebih suka hidup tidak serumah dengan orang tua. Dengan itu saya bener-bener bisa merasakan inilah hidup saya yang sesungguhnya. Tapi, lagi-lagi pikiran orang tua yang konservatif, selalu mengharapkan anaknya di rumah, tidak usah belajar/kerja jauh-jauh dari rumah. Inilah yang saya sangat tidak sukai dari cara berfikir orang tua saya. Saya masih muda, masih single, masih butuh banyak pengalaman/jam terbang dan koneksi untuk menyambut tantangan masa depan kelak.

Namun, saya juga kenapa gak bisa melawan kemauan konservatif orang tua saya ini. Apakah saya terlalu penakut untuk hidup jauh dari orang tua? Atau saya tidak siap menghadapi tantangan bila hidup jauh dari orang tua?
Padahal, dari setelah lulus SD saya sudah berada jauh dari orang tua karena sekolah di luar kota dan tinggal di asrama.

Saya ingin sekali dalam hidup saya orang tua saya membiarkan saya belajar/bekerja jauh dari orang tua tanpa harus berdebat atau beradu argumen dengan mereka berdua. Karena, percuma yang namanya berdebat dengan orang tua yang ngakunya berpengalaman dalam hidupnya, tapi tidak menyadari bahwa pengalaman dan ilmu mereka berbeda jauh dengan pengalaman dan ilmu anak mereka.

Entah ini hanya orang tua saya atau memang semua orang tua di dunia ini seperti itu? Karena kenyataanya sering saya temukan orang tua yang sok benar dan tidak mau ngalah dengan pendapat/omongan kita yang lebih muda. Padahal omongan mereka itu juga tidak benar, dan kita orang muda hanya ingin membenarkan bukan menggurui mereka.

Dari pengalaman ini, saya akhirnya ingat tentang teori psikologi perkembangan yang mengatakan bahwa “semakin tua manusia, maka dia akan semakin seperti anak kecil.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s