Cokelat dari Murid

Sebagai guru yang baik, tidak ada satu alasanpun bagi muridku untuk menunjukkan rasa sayang mereka terhadapku. Seperti apa yang terjadi hari ini, dimana salah seorang murid (perempuan) memberikan cokelat kepadaku setelah pelajaran usai, tepatnya setelah bel pulang sekolah berbunyi. Saya benar-benar tidak pernah berfikir tentang apapun, kenapa muridku itu memberikanku cokelat batangan itu. Padahal hari valentin sudah lama berlalu di bulan ini. Selain itu saya juga percaya bahwa murid-muridku tahu bahwa saya tidak merayakan valentin seperti halnya mereka yang merayakannya.

Tapi ini bukan sebuah hal yang perlu dipermasalahkan, saya hanya berfikir, mungkin muridku ini menyayangiku karena aku guru yang baik, ya setidaknya guru yang baik bagi dia, dan semoga guru yang baik pula bagi murid-murid yang lain di sekolah tempat saya mengajar. Selain itu, mereka (murid-muridku) yang masih sangat muda selalu saya anggap sebagai adik saya sendiri. Karena pada dasarnya umur mereka sama dengan seumuran dengan adik perempuan saya di rumah.

Saya juga tidak memiliki alasan kenapa saya harus menolak pemberian dari murid saya ini, toh ini bukan sebuah sogokan agar nilainya dibaguskan. Toh, pada dasarnya nilai dari murid saya ini memang sudah bagus dibadingkan nilai semester yang lalu.

So, untuk muridku, terima kasih atas cokelat pemberiannya ya, boleh kok sering-sering memberikan cokelat kepada gurumu yang manis ini. Itung-itung biar gurumu ini jadi tambah gemuk dan makin manis gara-gara sering makan cokelat, hehehehehehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s