Guru “nyambi”

Apa semua guru di Indonesia memiliki kerjaan sampingan selain menjadi guru? Aku sendiri adalah seorang guru honorer di sebuah sekolah negeri bukan di tempat aku tinggal. Namun sejujurnya aku heran, kenapa masih banyak guru-guru di sekitarku, ngomongnya di sekitarku, karena aku gak tau guru-guru di luar sana apakah juga memiliki kerjaan sampingan lain selain jadi guru di sekolahan?

Kalo misal iya, apakah yang membuat para guru harus memiliki kerjaan sampingan tersebut?
Apakah karena gaji guru tidak mencukupi untuk kebutuhan hidupnya? Itu mungkin jawaban yang pertama terpikir olehku saat diriku sendiri bertanya “kenapa guru masih memiliki pekerjaan sampingan lain?”.

Atau, memang sebaliknya, jadi guru sebagai pekerjaan sampingan sedangkan kerjaan yang satunya adalah kerjaan utama?

So, that’s mean kalo jadi guru itu bisa karena panggilan hati untuk mendidik, atau hanya karena ingin mengisi waktu kosong, atau mungkin juga karena kebetulan dulu kuliah di pergutuang tinggi keguruan, jadi sehingga mereka berfikir agar tidak sia-sia kuliahnya jadi memanfaatkannya untuk memiliki sampingan sebagai guru?

Lagi-lagi aku sendiri masih belum bisa menjawab pertanyaan-pertanyaanku sendiri kali ini. So, kira-kira siapa yang dapat menjawab pertanyaan ini? Aku kira ya siapa lagi kalau bukan yang bersangkutan dengan pertanyaan ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s